Langsung ke konten utama

Self Reminder

Gila ya sekarang sosmed, lo bisa seenaknya aja maki-maki orang lain bahkan orang yang lebih tua dari lo. Dan gue pun, yang baca berasa kayak ditereakin. Dan gue yakin lo ga akan berani kalo ngomong langsung ke orang itu. Lo hanya bisa meneriaki orang itu melalui sebuah akun.

Gue jadi inget artikel yang nyeritain satu cerita tentang sahabat yang hidup di jaman Rasulullah:

Di salah satu sudut Masjid Nabawi terdapat satu ruang yang kini digunakan sebagai ruang khadimat.

Dahulu di tempat itulah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalaam senantiasa berkumpul bermusyawarah bersama para Shahabatnya radhiallaahu 'anhum. Di sana Beliau SAW memberi taushiyyah, bermudzakarah, dan ta'lim.

Suatu ketika, saat Rasulullah SAW memberikan taushiyyahnya, tiba-tiba Beliau SAW berucap, "Sebentar lagi akan datang seorang pemuda ahli surga.". Para Shahabat r.hum pun saling bertatapan. Di sana ada Abu Bakar Ash Shiddiqradhiallaahu 'anhu, Utsman bin Affanradhiallaahu 'anhu, Umar bin Khattabradhiallaahu 'anhu, dan beberapa Shahabat lainnya.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda yang sederhana. Pakaiannya sederhana, penampilannya sederhana, wajahnya masih basah dengan air wudhu. Di tangan kirinya menenteng sandalnya yang sederhana pula.

Di kesempatan lain, ketika Rasulullah SAW berkumpul dengan para Shahabatnya, Beliau SAW pun berucap, "Sebentar lagi kalian akan melihat seorang pemuda ahli surga.". Dan pemuda sederhana itu datang lagi, dengan keadaan yang masih tetap sama, sederhana. Para Shahabat yang berkumpul pun terheran-heran, siapa dengan pemuda sederhana itu?

Bahkan hingga ketiga kalinya Rasulullah SAW mengatakan hal yang serupa, bahwa pemuda sederhana itu adalah seorang ahli surga. Seorang Shahabat, Mu'adz bin Jabbalradhiallaahu 'anhupun merasa penasaran amalan apa yang dimilikinya sampai-sampai Rasul menyebutnya pemuda ahli surga?

Maka Mu'adzradhiallaahu'anhu berusaha mencari tahu. Ia berdalih sedang berselisih dengan ayahnya dan meminta izin untuk menginap beberapa malam di kediaman si pemuda tersebut. Si pemuda pun mengizinkan. Dan mulai saat itu Mu'adz mengamati setiap amalan pemuda tersebut.

Malam pertama, ketika Mu'adz bangun untuk tahajud, pemuda tersebut masih terlelap hingga datang waktu shubuh. Ba'da shubuh, mereka bertilawah. Diamatinya bacaan pemuda tersebut yang masih terbata-bata, dan tidak begitu fasih. Ketika masuk waktu dhuha, Mu'adz bergegas menunaikan shalat dhuha, sementara pemuda itu tidak.

Keesokkannya, Mu'adz kembali mengamati amalan pemuda tersebut. Malam tanpa tahajjud, bacaan tilawah terbata-bata dan tidak begitu fasih, serta di pagi harinya tidak shalat dhuha.

Begitu pun di hari ketiga, amalan pemuda itu masih tetap sama. Bahkan di hari itu Mu'adz shaum sunnah, sedangkan pemuda itu tidak shaum sunnah.

Mu'adz pun semakin heran dengan ucapan Rasulullah SAW. Tidak ada yang istimewa dari amalan pemuda itu, tetapi Beliau SAW menyebutnya sebagai pemuda ahli surga. Hingga Mu'adz pun langsung mengungkapkan keheranannya pada pemuda itu, "Wahai Saudaraku, sesungguhnya Rasulullah SAW menyebut-nyebut engkau sebagai pemuda ahli surga. Tetapi setelah aku amati, tidak ada amalan istimewa yang engkau amalkan. Engkau tidak tahajjud, bacaanmu pun tidak begitu fasih, pagi hari pun kau lalui tanpa shalat dhuha, bahkan shaum sunnah pun tidak. Lalu amal apa yang engkau miliki sehingga Rasul SAW menyebutmu sebagai ahli surga?"

"Saudaraku, aku memang belum mampu tahajjud.

Bacaanku pun tidak fasih. Aku juga belum mampu shalat dhuha.

Dan aku pun belum mampu untuk shaum sunnah.

Tetapi ketahuilah, sudah beberapa minggu ini aku berusaha untuk menjaga tiga amalan yang baru mampu aku amalkan."

"Amalan apakah itu?"

"Pertama, aku berusaha untuk tidak menyakiti orang lain. Sekecil apapun, aku berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Baik itu kepada ibu bapakku, istri dan anak-anakku, kerabatku, tetanggaku, dan semua orang yang hidup di sekelilingku.

Aku tak ingin mereka tersakiti atau bahkan tersinggung oleh ucapan dan perbuatanku."

"Subhanallah. Kemudian apa?"

"Yang kedua, aku berusaha untuk tidak marah dan memaafkan. Karena yang aku tahu bahwa Rasullullah tidak suka marah dan mudah memaafkan."

"Subhanallah, lalu kemudian?"

"Dan yang terakhir, aku berusaha untuk menjaga tali shilaturrahim. Menjalin hubungan baik dengan siapapun. Dan menyambungkan kembali tali shilaturrahim yang terputus."

"Demi Allah...engkau benar-benar ahli surga. Ketiga amalan yang engkau sebut itulah amalan yang paling sulit aku amalkan."

Komentar

  1. Subhanallah, dapet ilmu baru dari blog ini
    Semangat trs memposting tulisan2 yg begitu bermanfaat 😊💪💪

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Happy 20 Iyul!

Dear Iyul, congratulation on being 20! There many thing that happened to you and most of them at the thing you didnt expect. You've come so far.. looking back the year ago. You're confused, You had no idea which one you wanted to walk on, you had no idea what you wanted to do. But look at you now. You're strong, confidence, fearless woman who's not afraid to be yourself. You got there. And more importantly day by day you tried to learn about yourself, you tried to learn about the world and the people. Stay awesome. Be the powerful women. And plase, stop thinking about what people think about you, nobody knows you better than yourself. Those people always love you no matter you what. And I... always love you no matter you what. Because for me, you're the most betterest person I ever know. Once agian, happy birthday Eneng Iyulasiah :)