Langsung ke konten utama

Contoh Pengolahan Pangan Lokal

Nilai apresiasi masyarakat terhadap pangan lokal masih terkalahkan dengan makanan yang berasal dari luar negeri, banyak masyarakat yang masih mengira bahwa makanan yang berasal dari pangan lokal hanya tentang keripik, ubi rebus, singkong goreng dan kue-kue tradisional lainnya seperti getuk dan klepon. Sehingga banyak orang yang masih belum tertarik dengan pangan lokal karena makanan-makanan tersebut dianggap jadul dan kuno.

Olahan dari pangan lokal tidak hanya bisa jadi keripik lho teman-teman, contohnya yang ingin saya share kali ini adalah yang dilakukan oleh Bapak Hermawan. Beliau adalah pengusaha di bidang pengolahan pangan lokal, Arum Ayu Healthy Local Food di Tangerang Selatan yang secara konsisten mengolah pangan lokal dari tahun 2015 sampai sekarang.

Beliau mengolah singkong, ubi, jagung, dan pangan lokal lainnya menjadi kue-kue tren masa kini yang tentunya mengikuti perkembangan zaman. Singkong dan umbi-umbian lainnya diubah menjadi tepung lalu kemudian diolah jadi berbagai kue-kue yang sehat nan lezat.

Salah satu contohnya adalah Pao Cassava yang merupakan ciri khas dari Arum Ayu.


Pao Cassava ini merupakan produk olahan hasil substitusi dari tepung terigu dan tepung mocaf (modified cassava flour/tepung singkong yang sudah dimodifikasi) selain itu, Pao ini juga menggunakan pewarna alami yang berasal dari buah bit untuk warna merah dengan varian rasa kacang merah, labu kaboca untuk warna kuning dengan rasa keju, ubi ungu untuk warna ungu dengan rasa coklat, dan daun suji untuk warna hijau dengan rasa kacang hijau. Tidak hanya rasanya saja yang enak, juga bentuknya yang menarik dan unik memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Tidak hanya Pao Cassava saja lho olahan dari singkong, banyak contoh kue-kue yang telah berhasil dibuat dari pangan lokal oleh Arum Ayu.







Bagi teman-teman yang berminat untuk kepo-kepoin, silahkan dicek Instagramnya di @arumayu.id atau bisa langsung aja mampir ke Local housenya di Jl. Ciputat Baru No. 19, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Selain membuka catering service, Arum Ayu juga menyediakan program pelatihan pengolahan pangan lokal. Karena untuk mengolah pangan lokal dibutuhkan pengetahuan yang memadai ya teman-teman, juga program ini bertujuan supaya pengguna jasa mempunyai skill dan keahlian untuk dapat membuat usaha dengan memanfaatkan bahan baku lokal agar mempunyai nilai guna lebih dan bernilai ekonomis. Jadi tidak hanya diajari mengolah, juga diajari tentang kewirausahaannya.

Nah, setelah melihat contoh-contoh yang dilakukan Bapak Hermawan, temen-temen sekarang sudah mulai percaya belum? Bahwa pangan lokal tidak hanya bisa diolah jadi keripik?

Setelah itu, sudah mulai tertarik belum untuk mengolah pangan lokal? Tepung lokal kita ini mempunyai kekurangan yaitu belum bisa diolah menjadi roti atau bakpao dari 100% tepung lokal. Jadi harus tetap ada tepung terigu. Lho kenapa? Karena tepung lokal kita tidak memiliki kandungan gluten. Apa itu gluten? Akan dibahas nanti ya!

Karena tidak bisa mengembang sempurna hanya dengan tepung lokal, incaran yang pas untuk produk pengolahan pangan yang 100% menggunakan tepung lokal adalah menjadi kue kering. Salah satunya cookies. Nah, disini kita bisa berinovasi dan mengikuti tren pasar. Saat ini, sedang trendnya cookies yang dalamnya itu melting, kita bisa gunakan coklat ataupun marsmallow untuk inovasinya. Akan ada banyak sekali inspirasi jika kita sudah berniat. Jadi pemikiran singkong cuma jadi keripik itu salah besar ya teman-teman. Sekarang sudah tahun 2020, pemikiran yang kolot sekali jika masih berpikir seperti itu. Setuju ya?

Nah, di Pandeglang melimpah sekali lho talas beneng. Apa itu talas beneng? Apa bedanya dengan talas Bogor? Akan saya tuliskan dipostingan selanjutnya. Terimakasih. Luv!❤️


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...