Langsung ke konten utama

After We Broke Up

Pernah gak sih ngerasain perasaan yang saking senengnya sampai-sampai Lo ngerasa kayak floating gitu? Rasanya sama seperti kalo Lo jinjit sambil loncat dan melayang di dalam air. Pernah ngerasain juga? jadi hypersensitif sama lagu-lagu, scent, atau apapun yang somehow reminds u of someone? Pernah ngerasain like... U can do kayang, headbang, ngiler, salto, nangis maksimal dengan ekspresi tidak estetis, nari tori-tori cheese cracker, nambah porsi makan diluar etika dan akal sehat, or anything... Bareng orang yang Lo taksir berat tanpa takut dia bakal il-feel sama Lo? Malah bareng dia Lo sepenuhnya nyaman jadi diri Lo sendiri?

Me? Sure! Saat dekat atau pacaran sama cowok, gue tentunya pernah ngerasain beberapa dari perasaan itu. Tapi merasakan the whole feeling at one time? Baru satu kali sampai saat ini. I mean, completely fallen in love physically, mentally and emotionally, I have experienced "what they called el-o-v-e" just once.

Yeah... You know how i feel about him rite?

Berpacaran dengan dia, gue menemukan so many amazing-things in my life. Dan sama dia juga gue mengenal banyak hal. Spend time together and discuss about almost anything.

Satu penyakit akut gue, well i'm not sure ini penyakit, bad habbit atau kekurangan yang sampai saat ini masih susah-payah gue hilangkan. Gue ga bisa mengontrol emosi gue. Hingga mungkin gue pernah buat dia takut ke gue.

Yep. He already choose what's the best for him.

Awalnya gue marah, gue berfikir bahwa sekarang semua orang bisa pergi seenaknya gitu aja ya?! Enak banget!

Tapi gue rasa membenci dia bukanlah hal yang baik. Of course gue juga bersalah. Seharusnya kini giliran gue yang menemani dia pelan-pelan ngeraih semuanya, berlari disamping dia seperti apa yang dia lakukan ke gue. Tapi dengan berat hati gue maupun dia memutuskan untuk sama-sama mengalah pada keadaan. Gue memang gak baik buat dia. Hm.

I cant keep this situation any longer. Yang lalu biarlah berlalu. Gue lebih suka menatap masa depan. Moving on!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...