Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

21 yo!

 Usia harapan hidup manusia mencapai 80 tahun. Ada juga yang berumur panjang sampai 100 tahun lebih, entah itu keberkatan atau kemalangan. Ada yang sudah tua sekali masih bisa melihat jelas masih bisa berjalan sampai bongkok, ada yang mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh, ada yang tidak berdaya sampai keluar masuk makanan ditempat tidur. Doanya, semoga diusia 55 tahun sudah tidak mengkhawatirkan tentang uang lagi setidaknya itu sudah cukup untuk menafkahi diri sendiri sehingga diusia 60 sampai ke depannya hanya memikirkan dosa yang gw miliki. Hanya fokus pada permohonan pengampunan dan beribadah. Ah, juga bercocok tanam sepertinya hal yang menyenangkan untuk dilakukan sambil beristirahat. Bertanam bunga, buah, sayur, rempah, hal yang bagus untuk mengenang masa kecil. Karena dengan melihat bunga akan selalu teringat sosok Bapak. Punya dapur hidup mengingatkan ke sosok Ma nde yang kalau masak selalu gali jahe dan kunyit dulu disamping rumah, punya ruang gudang yang menyimpan mac...

After We Broke Up

Pernah gak sih ngerasain perasaan yang saking senengnya sampai-sampai Lo ngerasa kayak floating gitu? Rasanya sama seperti kalo Lo jinjit sambil loncat dan melayang di dalam air. Pernah ngerasain juga? jadi hypersensitif sama lagu-lagu, scent, atau apapun yang somehow reminds u of someone? Pernah ngerasain like... U can do kayang, headbang, ngiler, salto, nangis maksimal dengan ekspresi tidak estetis, nari tori-tori cheese cracker, nambah porsi makan diluar etika dan akal sehat, or anything... Bareng orang yang Lo taksir berat tanpa takut dia bakal il-feel sama Lo? Malah bareng dia Lo sepenuhnya nyaman jadi diri Lo sendiri? Me? Sure! Saat dekat atau pacaran sama cowok, gue tentunya pernah ngerasain beberapa dari perasaan itu. Tapi merasakan the whole feeling at one time? Baru satu kali sampai saat ini. I mean, completely fallen in love physically, mentally and emotionally, I have experienced "what they called el-o-v-e" just once. Yeah... You know how i feel about him rite...

Serba-serbi Tepung Mocaf

Umbi-umbian merupakan bahan hasil pertanian yang mudah rusak. Masa simpan umbi-umbian seperti ketela pohon hanya berkisar antara 4-5 hari, jika melebihi dari itu umbi ketela pohon akan menjadi hitam dan biru. Selain dari masa simpannya, umbi-umbian biasanya memiliki nilai ekonomis yang tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan sehingga masa simpan dan nilai ekonomisnya akan meningkat. Salah satunya dengan cara ditepungkan. Pada postingan kali ini saya akan memperkenalkan tepung mocaf (modified cassava flour/tepung singkong yang sudah dimodifikasi) Nah loh, kok dimodifikasi, kenapa? Iya karena untuk supaya karakteristiknya bisa mirip dengan terigu tapi produk ini gluten free. Kita ulas lagi ya postingan kemarin. Gluten itu merupakan senyawa protein yang dimana hanya terdapat didalam gandum yang kemudian gandum ini diolah menjadi tepung terigu. Gluten bisa bahaya memangnya untuk tubuh kita? Gluten memiliki sifat seperti karet dan bisa menyebabkan usus k...

Tentang Jodoh

Hello. Kali ini gue mau ngepost jurnal disini. Karena ini blog pribadi, jadi isinya random tentang apapun itu yang ada di otak gue tulis disini. 3 postingan terakhir ngebahas tentang pangan lokal. Gue mau lebih serius lagi mendalami pangan lokal, jadi niatnya sih mau buat blog baru yang khusus ngebahas topik itu dengan lebih formal menggunakan bahasa yang baku dan jalur komunikasi satu arah gitu lho. Kemarin malem gue belajar coding sih, tapi itu memang susah. Mau lebih keliatan profesional lagi dengan punya website resmi weehh hehe... Beli domainnya lumayan, dan gue belum ngerti-ngerti amat masalah SEO. Takutnya kena malware atau kerusakan robot. Masalahnya kalau udah beli domain, web itu jadi kita sendiri yang urus. Kalau yang gue pake nih, blogger gratis masih . blogspot.com itu numpang sama pihak Google. Dan yang pasti aman ga mungkin kena kerusakan atau kena hack. Perusahaan menggurita gitu, pasti keamanannya udah terjamin sih. Karena ga punya duit dan masih pengen puny...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

Contoh Pengolahan Pangan Lokal

Nilai apresiasi masyarakat terhadap pangan lokal masih terkalahkan dengan makanan yang berasal dari luar negeri, banyak masyarakat yang masih mengira bahwa makanan yang berasal dari pangan lokal hanya tentang keripik, ubi rebus, singkong goreng dan kue-kue tradisional lainnya seperti getuk dan klepon. Sehingga banyak orang yang masih belum tertarik dengan pangan lokal karena makanan-makanan tersebut dianggap jadul dan kuno. Olahan dari pangan lokal tidak hanya bisa jadi keripik lho teman-teman, contohnya yang ingin saya share kali ini adalah yang dilakukan oleh Bapak Hermawan. Beliau adalah pengusaha di bidang pengolahan pangan lokal, Arum Ayu Healthy Local Food di Tangerang Selatan yang secara konsisten mengolah pangan lokal dari tahun 2015 sampai sekarang. Beliau mengolah singkong, ubi, jagung, dan pangan lokal lainnya menjadi kue-kue tren masa kini yang tentunya mengikuti perkembangan zaman. Singkong dan umbi-umbian lainnya diubah menjadi tepung lalu kemudian diolah jadi berbaga...

Mitologi Benih Pertama

Sumber gambar saya dapatkan dari pinterest. Cerita tentang asal mula tumbuh-tumbuhan Nusantara sangat banyak versinya, salah satu yang telah saya baca adalah mitologi tentang Dewi Sri dan Ratna Dumila yang berasal dari kawasan Indonesia bagian barat, di Jawa dan Bali. Padi dipercaya berasal dari jenazah Dewi Sri, selain padi terdapat banyak tanaman lain yang juga berasal dari jenazah Dewi Sri. Dari tubuhnya tumbuh pohon aren, dari kepalanya tumbuh pohon kelapa, dari tubuhnya tumbuh pohon buah-buahan, dan dari kakinya tumbuh umbi-umbian serta talas. Namun demikian, narasi umum yang dikenal masyarakat Jawa saat ini menyebutkan bahwa Dewi Sri hanya menjadi dewi padi. Dikutip dari sebuah buku "Sorgum Benih Leluhur Untuk Masa Depan" karya dari Bapak Ahmad Arif Dan ditulis ulang disini oleh saya dengan tujuan agar teman-teman juga bisa membacanya. Cerita yang ingin saya tulis ulang disini yaitu mitologi tentang Tonu Wujo yang dikenal cukup luas di kalangan masyarakat Lamah...

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Awal 2020

Awal 2020. Pada postingan kali ini aku gamau ngomongin resolusi ku untuk tahun ini lebih lebar. Aku hanya ingin cerita sama kalian kalo pas pulang kemarin dari Ciputat ke Pandeglang, lagi di Carrefour ketemu Pak Latif Bahasa Indonesia, terus pas di pasar Pandeglang ketemu Bu Ektin Matematika, besoknya habis pulang dari Serang ketemu Romi SMP. Semuanya pada terheran-heran Eneng ga kuliah. Pas nyampe rumah, jadi makin mantep buat cepet-cepet bantu di Cikole. Dan bilang sekali lagi ke diri sendiri "kuliah memang penting, tapi bukan segalanya." Aku mau buat penyesalan berhenti perjuangin IPB jadi kebanggaan tersendiri karena milih jalan yang berbeda. Walaupun dulu aku udah datengin kampusnya buat ikutan acara GCTI lebih awal dibanding kakak-kakak yang lain (saat itu aku masih kelas 11, satu tahun lebih awal buat ikut tryout SBMPTN dan peserta lain semuanya rata-rata kelas 12 dan itupun SMA bukan SMK seperti aku. Otomatis mereka lebih punya persiapan satu langkah dari si...