Langsung ke konten utama

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini.

Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti.

Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee. 

Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss.

Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satunya diri aku yang lebih utuh. Dan hikmah lainnya yang sangat begitu nyata adalah aku jadi lebih dekat dengan keluarga. Tambah saling menyayangi satu sama lain. Alhamdulillah.

Akupun pernah gagal beberapa kali setelah itu. Dan itu nggak pernah lama, saling kenal tukar CV ga cocok langsung bisa move on, begitu terus. Terus terusan introspeksi diri, maksudnya apa salahku gitu, orang yang datang selalu aja yang berbeda pandangan. Sedih juga sih, hiks. Tapi ga sedih sedih amat. Nggak, boong. Emang sedih.

Mikir, oke, aku minta jodoh terbaik ke Allah, yang selama ini datang bertentangan terus, tapi masa harus gini sih? Dengan perasaan hopeless berdoa dengan sedihh

Ya Allah, tolong datangkan HANYA orang yang jadi jodoh hamba. Allah tau apa yang Eneng mau. Allah tau apa yang Eneng butuhkan. Hamba cuma minta sosok jodoh yang terbaik, baik untuk agama hamba, baik untuk kehidupan hamba ke depan, baik untuk anak keturunan hamba. Siapapun itu.

Nggak perlu yang mapan, yang penting dia bertanggung jawab, paham kewajiban dan mau berusaha bekerja keras di kondisi terhimpit sekalipun.

Nggak perlu yang ganteng, yang terpenting dia bisa merawat diri dengan baik dan aku seneng liatnya.

Nggak perlu yang sholehh karena sadar, diri ini pun baru mau belajar. Berikan hamba jodoh yang mau sama-sama untuk belajar jadi lebih baik.

Berikan hamba sosok jodoh yang bisa memimpin diri ini, Ya Allah 🥺 sosok yang cukup dewasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...