Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini.
Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti.
Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.
Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss.
Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satunya diri aku yang lebih utuh. Dan hikmah lainnya yang sangat begitu nyata adalah aku jadi lebih dekat dengan keluarga. Tambah saling menyayangi satu sama lain. Alhamdulillah.
Akupun pernah gagal beberapa kali setelah itu. Dan itu nggak pernah lama, saling kenal tukar CV ga cocok langsung bisa move on, begitu terus. Terus terusan introspeksi diri, maksudnya apa salahku gitu, orang yang datang selalu aja yang berbeda pandangan. Sedih juga sih, hiks. Tapi ga sedih sedih amat. Nggak, boong. Emang sedih.
Mikir, oke, aku minta jodoh terbaik ke Allah, yang selama ini datang bertentangan terus, tapi masa harus gini sih? Dengan perasaan hopeless berdoa dengan sedihh
Ya Allah, tolong datangkan HANYA orang yang jadi jodoh hamba. Allah tau apa yang Eneng mau. Allah tau apa yang Eneng butuhkan. Hamba cuma minta sosok jodoh yang terbaik, baik untuk agama hamba, baik untuk kehidupan hamba ke depan, baik untuk anak keturunan hamba. Siapapun itu.
Nggak perlu yang mapan, yang penting dia bertanggung jawab, paham kewajiban dan mau berusaha bekerja keras di kondisi terhimpit sekalipun.
Nggak perlu yang ganteng, yang terpenting dia bisa merawat diri dengan baik dan aku seneng liatnya.
Nggak perlu yang sholehh karena sadar, diri ini pun baru mau belajar. Berikan hamba jodoh yang mau sama-sama untuk belajar jadi lebih baik.
Berikan hamba sosok jodoh yang bisa memimpin diri ini, Ya Allah 🥺 sosok yang cukup dewasa.
Komentar
Posting Komentar