Halo teman-teman blog!! Akhir-akhir ini gue lagi seneng dengerin lagunya IU - Love peom. Buat yang belum tau, silahkan diklik IU- Love poem (sengaja taro link lirik dan terjemahan Indonesia biar tau artinya) Lagu IU ini dibuat untuk Sulli. Selain Love peom ada juga lagu IU yang dibuat untuk Sulli sebelum Sulli meninggal dunia, yang berjudul Peach.
Diantara teman-teman pasti sebagian udah pada tau ya tentang berita kematiannya Sulli dan bahkan mungkin ini sudah menjadi berita basi karena kejadiannya bulan Oktober lalu. Kemarin sempat heboh banget di berita, news portal, televisi dan sosial media. Buat teman-teman yang masih kurang familiar mengenai Sulli, Sulli ini adalah seorang former K-girlgroup member yang namanya f(x), singer, song writer dan juga aktris dibawah naungan agensi SM Entertainment.
Untuk berita lebih jelasnya tentang kematian Sulli teman-teman bisa research sendiri dan pastinya banyak banget artikel-artikel mengenai hal ini. Ada beberapa artikel yang kemarin gue baca dan bakalan gue taro dibawah, juga ada link YouTube yang kemarin gue tonton :
Mengenai depresi di Korea
https://www.nytimes.com/2011/07/07/world/asia/07iht-psych07.html
https://www.nytimes.com/2011/07/07/world/asia/07iht-psych07.html
Mengenai hate comment ke Sulli
https://www.allkpop.com/article/2019/10/in-light-of-sullis-death-what-can-the-public-and-companies-learn
https://www.allkpop.com/article/2019/10/in-light-of-sullis-death-what-can-the-public-and-companies-learn
Mengenai Sulli depresi
https://www.koreaboo.com/news/sulli-tried-leave-reply-night-depression/
https://www.koreaboo.com/news/sulli-tried-leave-reply-night-depression/
Mengenai Sulli meminta bantuan ke SM Entertainment
https://www.koreaboo.com/news/sulli-revealed-constantly-asked-sm-respond-malicious-comments/
https://www.koreaboo.com/news/sulli-revealed-constantly-asked-sm-respond-malicious-comments/
YouTube Jayfy mengenai hate comment ke Sulli
https://youtu.be/pdhjaXDSIec
https://youtu.be/pdhjaXDSIec
Yang gue sayangkan disini adalah Sulli udah bilang bahwa dia depresi, dia juga udah minta bantuan, tapi tetep aja dia terus dapet bullying dari netizen bahkan dia pernah nangis disosial medianya pas live di IG. Mungkin saking apa yang dia rasakan itu berat banget buat dia. Memang bukan hal yang biasa kalau Korea itu identik dengan bunuh diri. Sebenarnya kenapa sih angka bunuh diri disana tinggi banget? Sebelumnya udah gue bahas sedikit disini
Dan yang bunuh diri itu kebanyakan karena depresi bisa penyebabnya dari ekonomi, keluarga, nilai sekolah, bullying, ga puas sama diri sendiri.. dan mungkin karena disana negara maju juga ya, kompetisinya tinggi jadi orang terobsesi banget akan kesuksesan. Dan obsesi itu yang bikin mereka sakit, karena rasa ga puas terus, selalu ingin menjadi yang betul-betul sempurna. Padahal manusia itu ga bakalan bisa jadi sempurna seutuhnya.
Kalian udah pernah nonton SKY CASTLE belum? Kurang lebih seperti yang drama ini ceritakan. Mereka memandang hidup itu antara sukses dan gagal. Dan itu harus terus berlanjut dari mereka kecil-SD sampai mereka kuliah dan dapat pekerjaan dan kemudian menjadi orang tua yang bisa membuat anak-anaknya sukses juga. Tapi walaupun sukses banyak juga yang bunuh diri, menurut gue kesuksesan itu yang bikin mereka sepi. Karena mereka sukses, banyak yang iri.. banyak rumor yang ga bener beredar dan mereka banyak dihujat. Nah ini juga penyebab depresinya Sulli kemudian menyebabkan dia mengakhiri hidupnya.
Oiya, gue mau share channel YouTube yang sering gue tonton. Salah satunya MENJADI MANUSIA. Kali ini gue taro link video dari perspektif yang pernah di bully https://youtu.be/2B7Q1Bcua64
Seperti yang gue baca sebelumnya, depresi itu di Korea still very taboo to talk about. Mereka sedari kecil lebih ditanamkan pemikiran yang "hidup itu keras! Kamu harus bisa dan harus mampu jadi yang sempurna. Be strong!" Nah udah pernah gue post juga tentang hal kesuksesan dan kegagalan. Tiap orang itu berbeda-beda jalan hidupnya, walaupun jalan hidup yang kamu pilih akan berjalan baik atau tidak sesuai yang diharapkan, perjalanan itulah yang nantinya akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.
Balik lagi ke depresi, di Korea depresi itu dilihat sebagai sesuatu yang sangat lemah. Dan memperlihatkan suatu kelemahan diri adalah something really taboo. Sampai kita pergi ke psikolog, ketika keliatan bulak-balik ke mental hospital or like, eum you know katakanlah rumah sakit jiwa, mereka akan dilabel kayak seumur hidup gitu, stigma masyarakat akan orang tersebut tuh langsung yang "omygod, ini orang kenapa" "omygod, ini orang pasti aneh" dan karena orang enggak mau dilabel aneh seumur hidupnya walaupun dia memiliki masalah mental health atau mental illness yang lain mereka lebih memilih avoid to going psychologist or mental hospital.
"The worst part about having a mental illness is people expect you to behave as if you don't".
-Arthur Fleck-
-Arthur Fleck-
Karena dilingkungan sosial kita ini masih tabu dan sangat minim sekali pembicaraan tentang isu kesehatan mental sebagian orang tuh jadi enggan dan ga jarang kemudian malu untuk membicarakan kesehatan mentalnya dan malah menyembunyikannya dari kita. Hal ini mungkin dilakukan agar mereka bisa diterima dan "fit in" dengan lingkungan sekitar. Dan ini menjadi masalah tambahan yang harus mereka hadapi setiap harinya.
Padahal sebenarnya mental health itu penting banget. Enggak bisa kita anggap sepele. Dan kadang kondisi mental kita tuh naik turun ya. Bukan berarti pas lagi ngerasa oke lantas masalah kita selesai, isu kesehatan mental kita ga akan pernah selesai kalau kita selalu mengubur itu. Kalau ada teman-teman yang lagi merasa gusar.. ngerasa banyak pikiran, mumet, sampe selfharm sampe ada suicide thought, please seek professional help. Sekarang kita udah dimudahkan kok banyak aplikasi aplikasi yang disediakan untuk konsultasi sama dokter profesional. Ada juga akun disosial media yang memang concern about mental health ini, beberapa diantaranya @saveyourselves.id, @sehatmental.id (LINE: @yuksharing) @ibunda.id, @pijarpsikologi, @yayasanpulih, @sehatjiwa.id, @personalgrowthid, @bantuincurhat, @pionclinician
Dan mau curhat juga sih, kemarin, 25 November 2019.
Sahabat Sulli, Goo Hara former K-girlgroup Kara. Dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri. Baik Jonghyun, Sulli dan Goo Hara ketiganya sahabat dekat IU. Gue gabisa bayangin gimana perasaannya IU sekarang.
Sahabat Sulli, Goo Hara former K-girlgroup Kara. Dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri. Baik Jonghyun, Sulli dan Goo Hara ketiganya sahabat dekat IU. Gue gabisa bayangin gimana perasaannya IU sekarang.
Dan pertanyaannya, kenapa sih manusia bisa membenci sampe sebegitunya. Sampe bahkan melakukan cyber bullying seperti yang menimpa Sulli ini. Padahal logikanya, kalau kita enggak suka liat orang disosial media kita tinggal ignore orang tersebut. Mute atau block akun dia kelar udah. Lo gausah ngebully dia, ngata-ngatain dia, yang ujung-ujungnya ngebuat Lo capek.
Tapi setelah gue searching lebih banyak lagi mengenai topik ini, ternyata tuh lebih kompleks lagi daripada yang gue pikirin.
Menurut yang gue baca, rasa benci agak mirip dengan emosi negatif kita yang lainnya seperti marah, rasa dendam tapi rasa benci itu lebih kompleks lagi. Karena gini, rasa marah mempunyai emotional goals untuk mengubah si target dengan cara menyerang dia entah itu dengan verbal, kritik, fisik yang tujuannya untuk mengubah orang tersebut. Jadi kalau si orang yang kita marahin ini berubah sesuai dengan yang kita harapkan maka rasa marah kita akan berkurang atau bahkan bisa ilang.
Beda lagi dengan rasa benci, walaupun si orang tersebut udah berubah, udah banyak ngelakuin hal baik lainnya, ga serta merta rasa benci kita ke dia hilang juga. Kita cuma benci dia just because dia being them self. Apa yang mereka lakuin selalu salah karena dirinya dia aja. Terus, efek dari kebencian ini tuh macem-macem tergantung dari kadar kebencian kita terhadap orang itu. Kayak misalkan pengen ngeliat dia hancur, gagal, reputasinya jadi jelek, mempermalukan dia, kalo yang paling ekstrim tuh kita pengen nyakitin dia atau bahkan sampe pengen ngebunuh orang itu.
Yang paling menarik, kalo misalkan kita ga suka sama orang terus kita nemuin like minded people yang ga suka sama orang yang sama, jadi menurut riset kita bakalan bisa punya ikatan yang kuat. Kita jadi kayak nemuin sobat julid lah ya, terus dengan kita sharing emosi negatif ini tuh bisa buat rasa bencinya lebih intens lagi. Nah yang paling ditakutin dari hal ini jadi kita bisa mempengaruhi orang lain yang belum tentu dia juga gasuka dan dirugikan sama orang yang kita benci.
Menurut gue hal ini ga bisa kita anggap sepele. Karena efek kebencian itu bisa macem-macem tergantung dari levelnya. menurut garis piramida ada 5 level kebencian dan aksi yang bisa dilakukan dari efek kebencian tersebut
1. Menyebarkan rumor yang belum tentu benar adanya. Lebih menerima hal negatif ketimbang hal positif dari si korban. Dan identiknya pada level ini tuh kita jadi nyari-nyari orang yang ngebenci orang yang sama untuk justifyng rumor tersebut
2. Melakukan hate speech dan pembullyan
3. Mendiskriminasi dan membatasi gerak si korban dalam hal ekonomi, politik, edukasi dan bahkan employment.
4. Teroris act, melakukan perkosaan, pembunuhan dan mengancam si korban.
5. Dan ini yang paling parah. Tindak genosida atau membantai suatu kelompok atau individu.
1. Menyebarkan rumor yang belum tentu benar adanya. Lebih menerima hal negatif ketimbang hal positif dari si korban. Dan identiknya pada level ini tuh kita jadi nyari-nyari orang yang ngebenci orang yang sama untuk justifyng rumor tersebut
2. Melakukan hate speech dan pembullyan
3. Mendiskriminasi dan membatasi gerak si korban dalam hal ekonomi, politik, edukasi dan bahkan employment.
4. Teroris act, melakukan perkosaan, pembunuhan dan mengancam si korban.
5. Dan ini yang paling parah. Tindak genosida atau membantai suatu kelompok atau individu.
Kenapa kita bisa membenci? penyebabnya, bisa jadi
1. Dia/mereka sering mengalami perlakuan ga enak ngerasa powerless, karena beberapa kali sering diserang, dipermalukan atau diacuhkan.
2. Kita membenci orang karena beda. Karena perbedaan itu jadi ada rasa takut, rasa ga aman, yang pada akhirnya muncul sentimen terhadap orang itu.
3. Karena comparation. Karena kita suka ngebanding-bandingin hidup kita dengan orang lain. Kurangi self compare sih harusnya. Karena dengan begitu kita akan lebih mensyukuri hidup yang kita punya, mensyukuri segala hal baik dan buruk yang kita punya. Karena gue juga pernah melakukan itu, dulu gue melihat hidup orang lain kayak enak banget kayak ga punya masalah dan keliatan mereka punya segalanya yang gue pengenin dan diri gue tuh gapunya. Akibat dari rasa insecure ini kita biasanya akan mencari kambing hitam yang tepat untuk kemarahan yang ada pada diri kita dan melampiaskannya ke orang lain.
4. Karena ngerasa identitasnya terancam. Base agama lah, base value lain mungkin.
1. Dia/mereka sering mengalami perlakuan ga enak ngerasa powerless, karena beberapa kali sering diserang, dipermalukan atau diacuhkan.
2. Kita membenci orang karena beda. Karena perbedaan itu jadi ada rasa takut, rasa ga aman, yang pada akhirnya muncul sentimen terhadap orang itu.
3. Karena comparation. Karena kita suka ngebanding-bandingin hidup kita dengan orang lain. Kurangi self compare sih harusnya. Karena dengan begitu kita akan lebih mensyukuri hidup yang kita punya, mensyukuri segala hal baik dan buruk yang kita punya. Karena gue juga pernah melakukan itu, dulu gue melihat hidup orang lain kayak enak banget kayak ga punya masalah dan keliatan mereka punya segalanya yang gue pengenin dan diri gue tuh gapunya. Akibat dari rasa insecure ini kita biasanya akan mencari kambing hitam yang tepat untuk kemarahan yang ada pada diri kita dan melampiaskannya ke orang lain.
4. Karena ngerasa identitasnya terancam. Base agama lah, base value lain mungkin.
Nah, untuk menetralisir rasa benci kita ini, yang bisa kita lakukan adalah bersikap sedikit lebih rasional, belajar mencintai diri sendiri, ngehargain orang lain, terima perbedaan yang kita punya dengan orang lain, dan kalaupun itu tetep gabisa Lo lakuin yaudah cukup hindari orangnya. Avoid. Ignore. Ga usah diliat. Dan terakhir coba tanya ke diri Lo deh kenapa Lo bisa punya rasa benci ke orang yang Lo benci, karena terkadang kita tuh ngebenci for no reason aja gitu. Tanya ke diri Lo kenapa, apakah karena emang Lo benar-benar dirugikan atau karena Lo belum khusnudzon aja sama dia.
Sekian dulu sampe disini aja. Next kalo bisa pengen banget ngeblog lebih sering 😂
Komentar
Posting Komentar