Langsung ke konten utama

21 yo!

 Usia harapan hidup manusia mencapai 80 tahun. Ada juga yang berumur panjang sampai 100 tahun lebih, entah itu keberkatan atau kemalangan.

Ada yang sudah tua sekali masih bisa melihat jelas masih bisa berjalan sampai bongkok, ada yang mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh, ada yang tidak berdaya sampai keluar masuk makanan ditempat tidur.

Doanya, semoga diusia 55 tahun sudah tidak mengkhawatirkan tentang uang lagi setidaknya itu sudah cukup untuk menafkahi diri sendiri sehingga diusia 60 sampai ke depannya hanya memikirkan dosa yang gw miliki. Hanya fokus pada permohonan pengampunan dan beribadah. Ah, juga bercocok tanam sepertinya hal yang menyenangkan untuk dilakukan sambil beristirahat.

Bertanam bunga, buah, sayur, rempah, hal yang bagus untuk mengenang masa kecil. Karena dengan melihat bunga akan selalu teringat sosok Bapak. Punya dapur hidup mengingatkan ke sosok Ma nde yang kalau masak selalu gali jahe dan kunyit dulu disamping rumah, punya ruang gudang yang menyimpan macam-macam botol berisi biji-bijian kering, tersusun rapi ada jagung, biji kacang, kedelai, kopi, bukankah itu juga memiliki estetika tersendiri? Juga memiliki apotik hidup mengingatkan ke sosok Mama, yang kalau anaknya bentol, mencret, kena kurap, selalu pakai tanaman herbal yang didapat dari depan rumah. Memiliki rumah berhalaman yang cukup untuk berkebun adalah hal yang terbaik!

Tidak, tidak akan pernah sekalipun terpikirkan untuk memelihara hewan. Ah tapi memiliki anjing yang patuh dan menyeramkan sepertinya akan membantu dari orang yang berniat jahat.

Hari ini, selamat ulang tahun, Eneng. Jangan terlalu panjang umur jika itu hanya menyebabkan orang lain berdosa. Jadilah pribadi yang bisa bermanfaat bagi sesama. Bukankah itu alasan eksistensi manusia? Diumur 25 tahun kamu akan bertemu laki-laki baik. Its ok harus percaya itu. Hahahaa

Selamat bertambah umur, diri ini.

As always, I will stay being wild and young and free! 😁 Forever youunggg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...