Langsung ke konten utama

Pikiran Vs Perasaan

Pikiran tidak akan pernah menang melawan perasaan. Jika diibaratkan, itu sama seperti manusia yang melawan tenaga gajah. But mind, is never at peace. Manusia juga membutuhkan pilihan dari hati. Jangan tinggalkan hatimu, follow your heart.


But hey! Does hearts have their own minds?


Yes, science theorized it. Heart also have mind, in the Qur'an too...


“...surely it is not the eyes that are blind, but blind are the hearts that are in the chests.” Suratul Hajj [22] : 46


Dilema otak dan hati😭 bulak-balik artikel Qur'an-artikel Qur'an, saat hati yang berperan lebih dominan katanya buat mempengaruhinya itu dengan cara yang emosional juga, contohnya dengan penggambaran kepada hati konsekuensi dari mengabaikan logika.


Semakin dipikir, semakin rumit. Apa ketemu jawabannya? enggaaakkk... Apalagi kalo udah mempertimbangkan pendapat orang tua juga, suka pengen nyanyiii πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


“Ayah-ibu, lihatlah diriku

Aku cerminan dari hidupmu

Dengan cinta dan doa restumu

Kulukis kisah masa depanku

...Ayah-ibu, bimbinglah diriku

Tapi jangan kau atur hidupku.”

Nidji - Menang Demi Cinta


Udah nyanyi apa ketemu jawabannya? Enggaaakkk... Mending istikharah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Gamau istikharah jugak? Ya dipikir aja mana yang lebih banyak mudharatnya. Setiap pilihan pasti ada plus minusnya. Ada benefit ada juga risknya. Connect your mind and your heart. Kalo pilihnya taat sama Allah insyaallah Allah siapkan yang jalan terbaik😌


Tapi boleh doa enggak sama Allah? Ya Allah, takdirkan hamba dengan pilihan hati hamba, dengan cara yang baik, dengan cara yang diridhoi-mu juga. Ah tapii takdir mah kan sudah dituliskan bahkan sebelum manusia itu dilahirkan. Tapi tetep boleh nawar enggak Tuhan? Tolong pertimbangkan perasaan hamba juga dalam hal ini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ tapii Allah mah maha pembolak-balik hati ya. Duh, mintanya diluluhkan hatinya aja deh (lah kok ngeukeuh)

.

.

.

“Allahumma innaka afuwwun-tuhibbul afwa fa'fu'anni : Ya Allah, sesungguhnya engkau yang maha memberi maaf dan suka memberi maaf, karenanya maafkanlah aku.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...