Pikiran tidak akan pernah menang melawan perasaan. Jika diibaratkan, itu sama seperti manusia yang melawan tenaga gajah. But mind, is never at peace. Manusia juga membutuhkan pilihan dari hati. Jangan tinggalkan hatimu, follow your heart.
But hey! Does hearts have their own minds?
Yes, science theorized it. Heart also have mind, in the Qur'an too...
“...surely it is not the eyes that are blind, but blind are the hearts that are in the chests.” Suratul Hajj [22] : 46
Dilema otak dan hatiπ bulak-balik artikel Qur'an-artikel Qur'an, saat hati yang berperan lebih dominan katanya buat mempengaruhinya itu dengan cara yang emosional juga, contohnya dengan penggambaran kepada hati konsekuensi dari mengabaikan logika.
Semakin dipikir, semakin rumit. Apa ketemu jawabannya? enggaaakkk... Apalagi kalo udah mempertimbangkan pendapat orang tua juga, suka pengen nyanyiii πππ
“Ayah-ibu, lihatlah diriku
Aku cerminan dari hidupmu
Dengan cinta dan doa restumu
Kulukis kisah masa depanku
...Ayah-ibu, bimbinglah diriku
Tapi jangan kau atur hidupku.”
Nidji - Menang Demi Cinta
Udah nyanyi apa ketemu jawabannya? Enggaaakkk... Mending istikharah πππ
Gamau istikharah jugak? Ya dipikir aja mana yang lebih banyak mudharatnya. Setiap pilihan pasti ada plus minusnya. Ada benefit ada juga risknya. Connect your mind and your heart. Kalo pilihnya taat sama Allah insyaallah Allah siapkan yang jalan terbaikπ
Tapi boleh doa enggak sama Allah? Ya Allah, takdirkan hamba dengan pilihan hati hamba, dengan cara yang baik, dengan cara yang diridhoi-mu juga. Ah tapii takdir mah kan sudah dituliskan bahkan sebelum manusia itu dilahirkan. Tapi tetep boleh nawar enggak Tuhan? Tolong pertimbangkan perasaan hamba juga dalam hal ini πππ tapii Allah mah maha pembolak-balik hati ya. Duh, mintanya diluluhkan hatinya aja deh (lah kok ngeukeuh)
.
.
.
“Allahumma innaka afuwwun-tuhibbul afwa fa'fu'anni : Ya Allah, sesungguhnya engkau yang maha memberi maaf dan suka memberi maaf, karenanya maafkanlah aku.”
Komentar
Posting Komentar