Sebenernya ini topik udah basi sih, dari 2021 juga ku udah banyak bahas sama beberapa temen deketku tentang isu ini. Kemaren sempet booming karena reply-an comment salah satu influencer.
Sekarang ma udah meredaa tapi masih aja nih ada yang saling ledek-ledekin huft. Tanggepanku yang udah males banget sih sebenernya cuma satu, "how simple things get complicated sih bro?!"
Oke lah, ku juga mau share pandangan aku diblog pribadiku inii no ledek-ledek yah. Setiap orang have FREEDOM 🤧
Ok. About child free. Its who's people getting married but decided to not have a baby foreverr. Btw, I'm neutral toward this matter.
Well, aku nggak pro child free juga, tapi kalau itu adalah pilihan orang lain ya gapapa banget. Itu pilihan dia. Tapii yang aku sayangkan nih sama orang-orang, kenapa harus saling misuh-misuh sih Bu?🤧
Saling menjelekkan atau meledek bersikap sarkastik juga nggak betul sih menurutku.
Gini deh, kalo mau mengutarakan pendapat kita, yaudah utarain ajaa gausah expect orang lain bisa manut atau accepting pendapat kita gitu lho.
Kita belajar lah untuk terbuka sama pemikiran orang lain. Juga saling menghargai. Adanya toleransi disitu. Open minded, bukan berarti juga kita harus faham harus ngerti harus menerima dan accepting mengiyakan dalam hati sanubari gitu ya. Ya gapapa terbuka aja gitu sama pendapat orang lain. Oh mungkin begitu pandangannya dia, begitu pikirannya dia, begitu pilihannya dia. Tapi aku punya pandangan sendiri. Mungkin itu baik buat dia tapi aku punya pilihan sendiri.
Repot-repot banget harus ribut saling ledekin nge-roasting orang lewat internet 🤧 kalo aku mah sih dari dulu mikirnya, selama itu nggak mengganggu gue bernafas untuk hidup di dunia ini yayoweslah terserahmu, sakarepmu, tapi harus digarisbawahi juga kalo ada hal yang menurut kita kurang baik nih, kita coba kasih koreksi, dengan kata-kata yang baik tentunya, ada adab disitu. Dan point yang diawal tadii saat mengutarakan pendapat jangan expect yang kita nasehatin bakalan manut ama kita.
Begitulah aturan debat yang sehat menurutku. Bukan si orangnya yang diserang, tapi kita beradu sudut pandang, beradu argument, beradu point of view, dan kalo debat kan pasti bakalan ada pihak pro-contra-neutral (ehem mantan debaters English club nih wkwk) oya, ku juga pernah deh post beberapa tulisan tentang sikap yang harusnya kita lakukan ketika berkomentar. Ku juga pernah share tulisan beberapa kasus bunuh diri karena dampak dari jahatnya 'stranger' di sosmed. Ku juga pernah share riwayat dari sahabat nabi tentang hal yang sangat sulit dilakukan oleh alim sekalipun, tapi itu balasannya surga. Nah loh hayohh dibaca ya Buu
Balik lagi, orang lain mau child free/tidak menikah ngikutin fahamnya orang barat ya gapapa itu pilihan dia, toh hidup dia.
Tapi kalo child free diterapkan di kehidupan aku sih aku menolak keras 🙂 karena dari perempuan lah peradaban berasal. Bisa bertumbuh sampai sekarang, karena dari rahim perempuan.
I feel very sorry buat perempuan yang menginginkan seorang anak tapi tidak kunjung dikaruniai 🥺 tapi memilih untuk selamanya menolak untuk dikaruniai anak juga ya gapapa banget jugaa. Ya terserah, terserah si pribadi itu.
Cuma liat lah orang Barat sana sekarang gimana akhirnya. Sekarang mereka populasinya sedikit. Warganya milih mending pelihara anjing daripada punya anak. Sekarang malah pemerintahnya bikin beberapa program biar warganya mau, buat punya keturunan dan membangun kehidupan buat ke depan.
Ya kan?
Kita mah liat aja contoh, di Korea yang punya anak lebih dari 3 malah bisa dapet banyak keuntungan dan keistimewaan dalam pelayanan publik. Bahkan masuk museum/perpustakaan digratiskan buat sekeluarga. Kenapa? Karena pemerintahnya berusaha ngetrigger warganya biar mau menikah dan punya anak biar negara ga punah 🙂
Kebanyakan negara maju kan mobilitasnya cepet, serba cepet. Mikirnya tuh kerja kerja kerjaa duid duid duidd, akhirnya mereka stress dan takut buat bangun keluarga karena mereka sadar bahwa nyari duit itu capek dan hidup itu butuh duit. Ngurus diri sendiri aja udah secapek gini apalagi kalo harus berkeluarga dan memiliki anak bakalan banyak tanggungan bakalan butuh banyak biaya. Begitulah mindset orang yang hanya mengandalkan semuanya hanya berdasar pada usaha yang dia lakukan.
Kita mah da orang yang memilikii.. Deen. I-man. Di Islam kita punya Allah yang maha kaya maha pemberi rezeki dan hanya karena pertolongan Allah-lah setiap usaha yang kita lakukan itu bisa terlaksana dan berhasil. Alhamdulillah we should blessings for having Allah and born in Islam.
Malah tuh ya, gapapa orang non-muslim mah mau child free kek. Tinggal banyakin aja populasi orang muslimnya. Perbanyak keturunan orang muslim, biar di masa depan makin banyak yang beragama Islam, biarin yang lain mah punah 😂 wkwkwk oke skip mulai sarkastik juga nih bahaya
Kita alihkan ke topik utamanya, highlight-nya. Soal Ketakutan akan penuaan atau anti aging. Guys aku pernah share video di sg jugakk tapi mau lebih ku jabarin disini (karena lebih leluasa aja sih)
Oke. Aku kan anak skwad fitness dan anak female daily banget yak 😂 beberapa bulan lalu tuh Kak Affi nge-share video di YouTube channel-nya dia tentang teori WELL AGING / PRO AGING
Nah temen-temen mungkin udah ngeuh juga/mungkin ada yang belum, kalo beauty brand/beauty companies tuh memanfaatkan ketakutan orang-orang terhadap aging untuk kepentingan bisnisnya.
Kalo kata Kak Affi "The more afraid we are the more product that were gonna buy" Ya kan? setuju nggak? Kayak you're selling skincare for aging skin yang itu tuh sebenernya target marketnya buat usia 30, 40, bahkan 50. Tapi mereka gunain modelnya yang early 20. Kayak memproyeksikan bahwa skin aging yang acceptable itu yang seperti itu gitu, kondisi kulit yang usia 20-an. Padahal penuaan itu normal lho.
Kita dikondisikan untuk berfikir bahwa yang muda itu pasti selalu lebih baik. Terutama dalam hal penampilan sehingga penuaan itu sesuatu hal yang layak ditakutkan dan kalo bisa kita slow down, kita hindari.
Belum lagi pandangan masyarakat yang kayak being young is glorified dan orang yang usianya lebih muda itu dianggap valuable dibandingkan dengan orang yang sudah berumur, apalagi perempuan. SETUJU GAK? HARUS SETUJU FIKS! Buktinyaaa masih banyak orang yang bilang "cepet nikahh keburu tuaa keburu peott tar ga laku." Help ðŸ˜ðŸ¤§
Tolong ya. Selama kita hidup kita punya banyak emosi, tertawa menangis tersenyum marah kecewa, semua ekspresi kita selama hidup tuh pasti meninggalkan jejak. Kita tersenyum, pasti disekitar pipi dan sudut bibir nanti bakalan ada garis halus/wrinkles. Mengalami proses penuaan itu tidak semenakutkan itu kok Bu/guys.
Well jadi kayak gitulah part of the problem of beauty industries as the whole. Ya salah satunya mempengaruhi pandangan masyarakat juga secara keseluruhan. Makanya kalo liat sesuatu itu jangan langsung diterima mentah-mentah. Menurutku betul banget di media massa/bahkan sosmed ini kayak ngasih tau aging skin yang acceptable itu yang walaupun udah berumur kulitnya masih mulus bening gada kerutan gada pori-pori dan tanpa celah lah ya. Padahal itu ekspektasi yang tidak realistis terhadap perawatan kulit.
Tapi alhamdulilah makin kesini perempuan makin banyak yang push back buat speak out kalo pandangan seperti ini tuh ga sehat. Dan sekarang mulai ada beauty brand yang gunain mature women buat face of their product-nya gitu ya. Terakhir tuh brand yang mengusung konsep tiap wanita memiliki keunikannya tersendiri, terlepas gimana bentuk rambutnya, gimana warna kulitnya, dll. Alhamdulillah ada peningkatan.
Ku juga ketemu teori well aging ini jadi mengubah pandangan aku terhadap image "awet muda" aging like wine ajalah sekarang, menyambut proses penuaan dengan hati yang lapang 🙂
Kita mencoba dealing with this fear about aging yang itu bahkan sumber ketakutan yang seharusnya nggak ada. Gausah ngerasa 'aaakhh I was I had my skin back please" 🥺
Sekali lagi, penuaan adalah bagian hidup yang normal. Ayok mulai merawat kulit dengan tujuan untuk kesehatan. Biar kulit keliat sehat dan kitanya ngerasa happy bukan didasari dengan rasa takut.
Fokusnya jangan apasih cara terbaik untuk menghilangkan semua garis halus/tanda penuaan lainnya? tapii rawatlah untuk menjadi sehat dengan rasa positif dan self love.
Getting old or looking old itu enggak semenakutkan itu dan itu it's ok kok, nggak selamanya kita forever young emangnya lagu blackpink 😂 ya nggak mungkin juga misal kita usia 40 tapi kulitnya pengen keliatan kayak usia 20, waaww itu adalah ekspektasi yang tidak masuk akal 🙃
Daripada mencari cara how to look 20 when you 40, better fokusnya gimana bikin kulit kita sehat instead of kulit tanpa celah.
Komentar
Posting Komentar