17 tahun...
Usia dimana kita serba canggung (maksimal).
Usia dimana kita, seperti anak yang baru berjalan dan rawan sekali untuk jatuh.
17 tahun...
Umur dimana, gue harus mulai berhenti bermain-main.
17 tahun gue dulu... berpikir bahwa, gue harus lakuin yang enggak bisa gue lakuin sebelumnya. Hal yang ingin sekali dilakukan ketika sudah cukup umur. Pada saat itu, gue pakai lipstik merah terang menyala (gue seneng). Kenapa gue seneng cuma gara-gara ini ya? :v
Setiap kali gue ulangtahun, gue selalu nanya ke diri gue sendiri "neng, apa aja yang udah lo lakuin selama setahun ke belakang?" Dan, gue juga, harus berpikir, bagaimana gue bisa lebih baik dari satu tahun yang lalu dan memanfaatkan dengan lebih baik, satu tahun yang akan datang nantinya.
Makna sweet seventen, bagi gue...? (kata orang sih, tapi enggak sweet tuh, wkwk.) Adalah titik awal gue harus bersinar. Gue harus lebih berani lakuin hal yang mau gue lakuin. Itu yang ada dipikiran gue saat itu.
Tiba-tiba pengen nulis beginian sih.
Hmmm.....
Wajar kalo anak remaja banyak lakuin kesalahan, sebagai orang dewasa, harusnya.. *kita,* (karena gue juga udah tuwir ya ternyata😂) hanya bertugas untuk mengawasi dan menuntun. Bukan untuk mengatur.
Sejauh perjalanan yang udah gue lewatin, (dari semenjak usia ke-14. Karena mulai hari itu gue mengingat setiap moment seperti ini) yang bisa gue lihat adalah, hal terpenting... kita harus mempunyai cinta. Karena itulah kita bisa merasa. Kita bisa tau, gimana rasanya ledakan dopamin yang 'katanya' seperti ada kupu-kupu di dalam perut. (Ini yang gue rasain pas pake lipstik merah pertama kali)
Cinta yang gue maksud, cinta yang harus kita punya untuk diri kita sendiri.
Maksudnya, kita harus ngehargain diri kita sendiri. Kita harus tetep inget bahwa, diri kita itu adalah berharga. Kita harus yakin selalu bahwa kita bisa bangkit dari masalah yang kita hadapi nantinya. Dan, sesulit apapun masalahnya, jangan sampai kehilangan setitik pun harapan yang kita punya. Kita harus yakin kita bisa ngelewatin semua masalah ataupun rasa takut yang kita punya.
Terus juga, sayangnya hal ini baru gue sadari akhir-akhir ini.
Kita jangan lupa bahwa kita adalah part dari society. Kita juga harus inget sesama kita.. karena itu mungkin adalah salah satu esensi juga dalam hidup ini.
Kita harus inget sesama, bantu oranglain.. kita bisa juga elevate bareng oranglain.. elevate others with your words, kata musik.
Dan yang terpenting adalah, love yourself before anyone else. Inget oranglain boleh, tapi jangan sampai lupa sama diri sendiri.
Jangan takut untuk melakukan kesalahan, karena dari kesalahan itu sendiri, kita bisa tumbuh dan berkembang.
Dan...
Hal yang harusnya gue lakuin juga dulu adalah, berteman dengan banyak orang. Dulu gue salah, enggak mau membentuk suatu lingkaran pertemanan atau suatu hubungan.. karena, ada suatu alasan yang ngebuat gue enggan untuk memulai itu.
Tapi semakin kesini gue semakin bisa membuka mata. Hubungan itu penting sih, bukan cuma hubungan percintaan yang gue maksud lebih men-general dari itu. Cakupannya lebih luas dari hanya itu.
Akibat buruknya, adalah.. sekarang. Yang gue tuh enggak bisa ngeluarin semuanya yang gue rasain, dan ketika gue punya partner yang spesial, yaa sedikit terbantu sih sifat gue yang serba 'private' ini.. tapi.. gue masih ngerasa, ada sisi dimana, gue gamau tunjukin ke dia.
Gue ingin.. mengekspresikan juga, apa yang gue rasain dan apa yang gue pikirin. Tanpa harus di-judge pikiran yang gue punya adalah racun bagi oranglain yang melihat dan mendengarnya.
Usia dimana kita serba canggung (maksimal).
Usia dimana kita, seperti anak yang baru berjalan dan rawan sekali untuk jatuh.
17 tahun...
Umur dimana, gue harus mulai berhenti bermain-main.
17 tahun gue dulu... berpikir bahwa, gue harus lakuin yang enggak bisa gue lakuin sebelumnya. Hal yang ingin sekali dilakukan ketika sudah cukup umur. Pada saat itu, gue pakai lipstik merah terang menyala (gue seneng). Kenapa gue seneng cuma gara-gara ini ya? :v
Setiap kali gue ulangtahun, gue selalu nanya ke diri gue sendiri "neng, apa aja yang udah lo lakuin selama setahun ke belakang?" Dan, gue juga, harus berpikir, bagaimana gue bisa lebih baik dari satu tahun yang lalu dan memanfaatkan dengan lebih baik, satu tahun yang akan datang nantinya.
Makna sweet seventen, bagi gue...? (kata orang sih, tapi enggak sweet tuh, wkwk.) Adalah titik awal gue harus bersinar. Gue harus lebih berani lakuin hal yang mau gue lakuin. Itu yang ada dipikiran gue saat itu.
Tiba-tiba pengen nulis beginian sih.
Hmmm.....
Wajar kalo anak remaja banyak lakuin kesalahan, sebagai orang dewasa, harusnya.. *kita,* (karena gue juga udah tuwir ya ternyata😂) hanya bertugas untuk mengawasi dan menuntun. Bukan untuk mengatur.
Sejauh perjalanan yang udah gue lewatin, (dari semenjak usia ke-14. Karena mulai hari itu gue mengingat setiap moment seperti ini) yang bisa gue lihat adalah, hal terpenting... kita harus mempunyai cinta. Karena itulah kita bisa merasa. Kita bisa tau, gimana rasanya ledakan dopamin yang 'katanya' seperti ada kupu-kupu di dalam perut. (Ini yang gue rasain pas pake lipstik merah pertama kali)
Cinta yang gue maksud, cinta yang harus kita punya untuk diri kita sendiri.
Maksudnya, kita harus ngehargain diri kita sendiri. Kita harus tetep inget bahwa, diri kita itu adalah berharga. Kita harus yakin selalu bahwa kita bisa bangkit dari masalah yang kita hadapi nantinya. Dan, sesulit apapun masalahnya, jangan sampai kehilangan setitik pun harapan yang kita punya. Kita harus yakin kita bisa ngelewatin semua masalah ataupun rasa takut yang kita punya.
Terus juga, sayangnya hal ini baru gue sadari akhir-akhir ini.
Kita jangan lupa bahwa kita adalah part dari society. Kita juga harus inget sesama kita.. karena itu mungkin adalah salah satu esensi juga dalam hidup ini.
Kita harus inget sesama, bantu oranglain.. kita bisa juga elevate bareng oranglain.. elevate others with your words, kata musik.
Dan yang terpenting adalah, love yourself before anyone else. Inget oranglain boleh, tapi jangan sampai lupa sama diri sendiri.
Jangan takut untuk melakukan kesalahan, karena dari kesalahan itu sendiri, kita bisa tumbuh dan berkembang.
Dan...
Hal yang harusnya gue lakuin juga dulu adalah, berteman dengan banyak orang. Dulu gue salah, enggak mau membentuk suatu lingkaran pertemanan atau suatu hubungan.. karena, ada suatu alasan yang ngebuat gue enggan untuk memulai itu.
Tapi semakin kesini gue semakin bisa membuka mata. Hubungan itu penting sih, bukan cuma hubungan percintaan yang gue maksud lebih men-general dari itu. Cakupannya lebih luas dari hanya itu.
Akibat buruknya, adalah.. sekarang. Yang gue tuh enggak bisa ngeluarin semuanya yang gue rasain, dan ketika gue punya partner yang spesial, yaa sedikit terbantu sih sifat gue yang serba 'private' ini.. tapi.. gue masih ngerasa, ada sisi dimana, gue gamau tunjukin ke dia.
Gue ingin.. mengekspresikan juga, apa yang gue rasain dan apa yang gue pikirin. Tanpa harus di-judge pikiran yang gue punya adalah racun bagi oranglain yang melihat dan mendengarnya.
Komentar
Posting Komentar