Langsung ke konten utama

MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) IS IT PERFECTLY SAFE?

Glutamate merupakan jenis asam amino yang secara alami terdapat dalam produk pangan, terutama sumber protein seperti produk pangan hasil ternak ataupun jenis tumbuhan. Bahkan diproduksi oleh tubuh manusia (Loria, 204) serta terkandung dalam air susu ibu (ASI) (Sulaeman, 2017)

MSG pertama kali ditemukan oleh seorang ahli kimia Jepang Kikunae Ikeda yang meneliti kandungan rumput laut yang umum digunakan para chef untuk menambah cita rasa masakan selama berabad-abad. Dalam penelitiannya tahun 1908, beliau menemukan bahwa terdapat kandungan L-glutamate, jenis asam amino yang merupakan salah satu senyawa pembentuk senyawa protein. Perbedaan glutamate dan monosodium glutamate yaitu unsur Na yang terikat pada senyawa glutamate sehingga MSG merupakan senyawa garam sodium yang menghasilkan savory flavour/umami/gurih pada reseptor pengecap manusia.

MSG awalnya diperkenalkan di Jepang, kemudian berkembang ke Taiwan, China, hingga Amerika dan mendapatkan label generally recognized as safe (GRAS) dari Food and Drug Administratotion (FDA) sejak tahun 1958, hingga saat ini (Shafer, 2016)

Isu mengenai MSG sebagai ‘silent killer’ dan berbagai anekdot di media mulai bermunculan dari dulu dan kini mulai menyeruak kembali sejak terdapat laporan Robert Ho Man Kwok pada tahun 1968 yang dimuat dalam New England Journal of Medicine. Kwok mengatakan bahwa dirinya mengalami “Chinese restaurant syndrome” dengan gejala berupa mati rasa dibelakang leher yang memancar ke lengan dan punggung bersamaan dengan seluruh tubuh terasa lemas dan palpitasi (jantung berpacu dengan cepat) 15-20 menit setelah menyantap makanan dari restoran China.

Berbagai penelitian dilakukan sejak pelaporan tersebut, namun belum terdapat penelitian yang membuktikan bahwa MSG tidak aman dikonsumsi.

Komite yang bertanggung jawab sebagai peneliti dibidang bahan tambahan pangan (BTP) pun yaitu Joint FAO/WHO Expert Committe on Food Additivies (JECFA) telah menetapkan MSG sebagai jenis BTP kategori flavour enhancer pada tahun 1987, dan mengelompokkannya ke dalam kelompok acceptable daily intake (ADI) untuk BTP TANPA BATASAN SPESIFIK sejak tahun 1988 hingga SAAT INI.


Kata-kata terakhir...

MSG itu aman asalkan tidak dimakan dengan cangkangnya 😄 and don't use salt, salt is so 2005 hahaha


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...