Langsung ke konten utama

Tentang Pilihan

 #SELFTALK


Me: Eneng nyesel enggak? Gak pilih lanjutin gap years ke IPB?

🧕🏻: Enggak, les katalis mahal banget! Daftar lagi pun pasti ga kebentak biayanya.


Me: Eneng nyesel gak? Gak pilih lanjutin kuliah aja di UIKA walaupun dapet jurusan yang ga terlalu ngebet dipengen? Siapa tau aja ilmunya beneran kepake dan jadi guru Bahasa Inggris?

🧕🏻: Enggak, Eneng gak pernah nyesel atas pilihan yang Eneng pilih sendiri. Toh itu semua maunya Eneng kok. Malah karena pilihan-pilihan itulah yang ngebuat diri Eneng seperti sekarang ini. Eneng suka diri Eneng yang sekarang ❤️

🧕🏻: Punya pengalaman kerja di beberapa tempat walaupun cuma setengah tahun-setengah tahun doang, tapi ilmunya bener-bener kerasa di Eneng. Karena tau udah ditarget cuma 6 bulan di satu tempat makanya gali ilmunya bener-bener, jadi ga main-main.

🧕🏻: Banyak ketemu orang baru, ngobrol sama orang-orang dengan latar belakang yang berbeda-beda, ngebuat diri Eneng lebih bisa open minded. Pernah satu atap sama orang non muslim yang pandangan hidupnya selalu mengedepankan asas kemanusiaan dan toleransi bener-bener ngebuka mata Eneng bahwa dunia itu ga selalu tentang gue gue gue doang.

🧕🏻: Belajar banyak dari orang-orang yang concern di pangan lokal, ketemu adik-adik luar biasa dengan keterbatasannya mereka, bisa mengenal budaya yang berbeda dari kelompok tani Papua Barat, bahkan pernah mengalami krisis kehidupan yang ngebuat beneran down, pengalaman-pengalaman itu semualah yang membuat Eneng lebih puas atas hidup. Dan buat Eneng bahagia.


Me: Kenapa sih dulu ga kuliah aja? Dimana aja kuliahnya mah.

🧕🏻: Heummm dulu emang mau banget kuliah, punya gelar gitu kan, terus kalo kita ngampus jadi punya relasi. Terus bisa ngembangin potensi-potensi yang kita punya. Tapi dulu pernah nanya balik ke diri sendiri tujuan sebenarnya apa sih? Apa yang mau kamu capai, YANG SEBENARNYA?

🧕🏻: Ternyata maunya banyak hahaha. Gue pilih yang lebih logis dan relevan dengan keadaan gue aja jadinya wkwk.


Me: Pertanyaan selanjutnya, Eneng nyesel enggak milih pergi dari Avin?

🧕🏻: Enggak kok, ketika memutuskan untuk mengikhlaskannya Eneng udah sepakat sama diri sendiri kalo keputusan ini tuh udah tepat. Eneng pergi demi diri Eneng sendiri. Karena Eneng lebih sayang sama diri Eneng sendiri.


Me: Nyesel enggak pernah mencintai Avin? Deket lama dan enggak sedikit yang dikorbankan, I mean itu banyak banget, uang, waktu, tenaga dan energi, emosinya terkuras, kan.

🧕🏻: Enggak, Eneng ga nyesel kok. Malah bersyukur banget bisa kenal Avin 🥰 selama sama dia Eneng menemukan so amazing things in my life yang ternyata gue punya dan gue baru sadar hahaha


Me: Next question, pernah mencintai orang sebegitu besarnya tapi malah gagal, itu ngebuat kamu jadi takut dan trauma enggak?

🧕🏻: Surely, so deepest in my heart, ketakutan itu ada. Sedikit. Tapi yang selalu aku pegang dan yakini adalah jangan sampai hanya karena hal-hal yang terjadi diluar kendali kamu ngebuat kamu kehilangan diri kamu sendiri.

Contohnya gini, aku paling takut banget dikhianati sama orang. Tapi jangan sampai karena itu kamu enggak bisa terbuka sama orang dan enggak bisa kasih orang lain kepercayaan, ga adil dong buat orang lain? I mean enggak harus sampe 100% percaya juga. Nah, kalopun orang yang aku percayai melenceng dari hal-hal yang seharusnya gitu ya, tingbating mitamit jangjauheun, ya, its okey, itu pilihannya dia. Eup sampai situ.

But I have my own principle about my life and my choices. U can choose that, AND ME TOO, I can choose everything I want. I also have feelings and mind. Myself is mine not you 🙃

Setiap pilihan pasti akan memperoleh ganjarannya sendiri.


Me: Ok, next. Eneng yakin? Bisa cinta sama Ipxxx? Childhood friend lho, tetangga kampung lagi 😆

🧕🏻: Nah, ini, kemaren udah bilang juga, sebenernya Eneng tuh baru naksir dan suka aja ke ipxxx, belum ada rasa cinta, menurut Eneng mah cinta tuh bisa ditumbuhkan dan gampang juga menghilang. Yang penting kan sama-sama mau mengusahakan hadirnya rasa itu😌


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...