Langsung ke konten utama

Tidak Ada Judul yang Berarti.

Jika saya mati besok, apa yang sudah saya lakukan untuk sekitar?

Jika saya mati besok, kontribusi apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain?

Ya diniatkan begitulah.

Blog ini, lebih banyak membahas tentang pernikahan.

Awalnya sih liat temen-temen.. banyak banget yang sebaya udah nikah, udah punya keturunan, ada yang kehidupannya berjalan lancar.. hidupnya rukun sama doinya, ada juga yang kurang baik alurnya. Cerai dan bla bla bla..

Ya sayang aja gitu, usia produktifnya tidak dimanfaatkan secara optimal.

Dari situ sih niat pengen ngelakuin suatu hal ini.

Selain itu juga, ngeliat temen-temen banyak banget yang salah pergaulan.. akhirnya terjerumus. Dan akhirnya menyesal.

Ya walaupun penyesalan itu memang datangnya diakhir, tapi bagaimana kita mencegah agar penyesalan itu tidak datang nantinya--lah yang menurut saya harus kita sharing. Karena yang harus kita tau adalah dengan berbagi kita tidak akan pernah merugi.

We have to speak up for a better life.
Untuk kehidupan yang lebih sehat.
Untuk kehidupan yang lebih waras.

Saya dulu pernah berteman dengan mereka. Selama saya berteman, toh mereka orangnya baik-baik aja kok. Malahan saya lihat mereka begitu karena kurangnya rangkulan dari kita aja. Dari sekitarnya.

Dan lagi.. orang yang dianggap 'normal', lho kok saya perhatiin banyak banget yang salah fokus.. mulai dari hal kecil yang seharusnya ga terlalu penting untuk diomongin, terus juga cara kita bersosialisasi dengan sekitar gitu, masih banyak banget yang keliru..

Mulai dari penggunaan sosmed, cara mereka cas--cis--cus haha--hihi gitu, dan cara pandang mereka terhadap orang lain dan society.

Saya disini bukan berniat untuk menggurui atau nyinyirin, saya juga masih jaaauuuhh dari kata baik.

Pembicaraan saya juga disini sebagai pengingat untuk diri saya sendiri. Self reminder, lah.

Bukan berarti saya yang paling jago, enggaakk..

Saya adalah seorang learner yang terus belajar dan enggak akan pernah berhenti untuk belajar sampai kapanpun.

:)

Jika cara penyampaian saya yang masih kurang bagus, harap dimaklumi.

Saya juga masih dalam tahap pembenahan diri, tentunya.

Ambil yang positifnya dari blog saya ini.

Segala kekurangan dari saya, janganlah dijadikan contoh hidup.

Terimakasih.
Wassalam.



Show your respect and no rude comment, please. 💙

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...