Langsung ke konten utama

Karya Eps. 01

Untuk Mr. X

Kepadamu yang masih terus kusebutkan dalam doa-doaku. Yang masih saja kuceritakan kepada Tuhan penciptamu. Aku berterima kasih padanya, karena telah melibatkankan dirimu dalam perjalanan yang kujalankan ini. Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat halus. Kekasih tanpa ikrar sejatinya.

Untukmu kutulis puisi, sajak-sajak berdampingan bukannya ilusi. Kuperintahkan mereka bentuk rasa lewat satu komposisi. Aku di sini kendalikan perasaanmu lewat diksi, sembunyikan diri dibalik barisan aksara ini. Aku tak mahir soal cinta. Terkadang tak paham apa itu rasa, sapa aku lewat puisiku saja. Sembunyikan rasa..

Sering kita bicara rasa.. Tanpa sadar, ia hanya akan menetap dalam asa. Aku sembunyi dalam tawa yang rupawan, mengagumimu yang menawan. Aku berlari, berharap waktu akan menemani, tapi seiring dengan kehadiranmu yang melulu semu aku menjadi bertanya-tanya; mungkinkah cerita ini punya akhir? Atau bahkan, adakah benarnya awal? Aku ingin sekali menyatakan asa yang kian terasa. Namun, ini perihal kita bisa jadi salah duga atau bahkan salah harapan; entah bertepuk sebelah tangan atau terlalu berperasaan?

Kau dan aku mati. Dalam pelukan yang tersunyi. Jauh terkenang dekat terbuang, kita hanyalah sebatas wayang yang tak akan pernah sanggup nyata berjuang. Lalu sendiri diam,- Habis ditelan angan.. Dipermainkan oleh ingin.
Ingin jatuh cinta tapi menyerah, ingin menyerah tapi jatuh cinta..

Hmm...
Cinta, dia menghilangkan sadar diluar nalar..
Ramainya kata yang kau hantur tertata menjadi kalimat yang menjadikan pengap dalam relungku, sesak yang tak terhitung. Kau menarikku dengan sebuah hati.. Kenanganku bersamamu jatuh dari tanah ke langit-langit, membuat darahku berlari berkumpul dipijakan.

Seiring jalannya waktu, aku semakin bertanya-tanya. Mengapa waktu itu kita tidak jadi satu? Mungkinkah jika diibaratkan, aku di utara kamu di selatan? Satu dunia namun di kutub berbeda? Kamu mau kesana dan aku perlu ke tempat yang berbeda.

Kau dan aku.. Hanyalah yang muda yang masih berharap tuk hidup berdua lewat indahnya rajutan kata, apa salahnya aku tulis rasa lewat syair cinta ini?

Izin diriku tuk tetap berada di belakangmu, bukan untuk memiliki kamu, tapi hanya untuk menjadi yang setia menyayangi kamu.

Aku tak mau mendaki tangga harapan itu lebih tinggi lagi. Karena semakin tinggi kita mendakinya maka jatuhnya akan menyakitkan. Berlebam penuh sesak. Tetapi hey?
Berdarahkah benda mati? Berdarahkah sebuah hati?

Terserah mau diapakan puisi ataupun perasaan yang aku sebarkan disetiap hurufnya. Itu aku serahkan kembali kepada kamu.

....

Gue gatau rincinya pembuatan puisi ini kapan dan dimana, tapi puisi ini bersejarah sekali bagi kami 😂😂 so, I wanna put they in here.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pangan Lokal

Halo teman-teman, setelah beberapa lama akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai kembali menulis blog disini. Selama 6 bulan terakhir saya bekerja di Griya Arum Ayu Local Food yang mengolah produk makanan yang berasal dari bahan-bahan lokal. Selain itu juga disana saya ikut serta dalam sosialisasi pangan lokal melalui beberapa pelatihan yang diadakan disana. Berikut beberapa dokumentasi yang ingin saya bagikan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Wanita Tani Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat Bersama PUSPITEK dan ARUM AYU. 23-25 September 2019. Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Guru Keterampilan Tataboga Program Revitalisasi Vokasi Bersama SK AS-SALAM 02 dan ARUM AYU. 7-11 Oktober 2019. Bina Kreativitas Perempuan Melalui Pelatihan Tataboga Pangan Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Bersama DPMP3AKB KOTA TANGSEL dan ARUM AYU. 17-28 Februari 2020. Ketiganya adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, bisa be...

Ada Apa Sih Dengan Gluten di Tepung Terigu??

Apa itu gluten? Ketika saya masih di sekolah, saya belajar sedikit mengenai gluten. Pada saat itu saya hanya mengetahui bahwa gluten sebagai kandungan yang terdapat dalam tepung terigu. Namun belum mengetahui lebih jelasnya kenapa sebaiknya kita mengurangi konsumsi gluten ini. Setelah bergabung dengan Arum Ayu, saya banyak belajar lagi tentang gluten dan pangan lokal. Nah, gluten merupakan senyawa protein yang terdiri dari glutenin dan gliadin, adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung terigu. Gluten mengandung komponen protein yang disebut peptida. Gandum mengandung peptida. Begitu juga dengan tepung terigu. Bingung kan? Hehehe Oke lebih singkatnya, dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...