"Perempuan harus dihormati, harus dijunjung tinggi, bukan saja kita membutuhkan perempuan, bukan juga saja karena lelaki membutuhkannya. Ibu kita adalah perempuan. Generasi tidak akan berlanjut tanpa perempuan. Lelaki akan menghargai hidup dengan adanya perempuan. Islam menganugerahi perempuan (sebagai ibu) tiga hak, melebihi hak ayah. Karena perempuan harus dihormati. Nabi SAW menggaris bawahi bahwa tidaklah terhormat seorang yang melecehkan perempuan. Dan seorang yang memuliakannya, hanyalah orang yang mulia, orang yang terhormat. Tanpa perempuan, hidup hampa. Tanpa perempuan, tidak akan terjadi dan terbangun peradaban karena dengan cinta pada perempuan seseorang akan terdorong untuk selalu memberikan yang terbaik. Nabi dan islam selalu berpesan hormatilah perempuan, agungkanlah perempuan, bukan saja sekali lagi karena dia ibu mu tetapi ia pakaian untuk mu sebagaimana engkau pakaian untuknya. Pakaian adalah hiasan. Pakaian melindungi seseorang dari sengatan panas dan dingin, dan pakaian menutupi kekurangan-kekurangan kita. Lelaki butuh perempuan dalam hidupnya. Sebagaimana perempuan membutuhkan lelaki dalam kehidupannya."
-Abi Quraish shihab-
...
Begitulah islam menempatkan perempuan. Sebelumnya guys, assalamu'alaikum warrahmatuallahi wabarakatuh. Kali ini saya akan membahas tentang perempuan, dan menyinggung sedikit tentang pernikahan.
Seperti yang kita tahu sebelumnya, dimasa jahiliyah perempuan sangat dipandang rendah oleh manusia. Bahkan dahulu, seorang suami menjual istrinya sendiri. Itu sebelum munculnya nabi Muhammad. Setelah kemunculan beliau, perempuan ditempatkan diposisi yang lebih baik, lebih terhormat.
Mengapa kita harus memuliakan seorang perempuan? Kata Abi Quraish Shihab, alasan yang paling mendasar adalah, karena manusia membutuhkan perempuan. Generasi tidak akan terlahir tanpa adanya perempuan.
Bahkan dalam Islam, (dalam konteks ayah-ibu) perempuan tiga tingkat harus lebih dihormati dibanding ayah. Surga seorang anak, ada diridhanya ibu. Tetapi surga seorang perempuan (dalam konteks suami-istri) ada diridhanya suami. Begitulah Islam menyeimbangkan keduanya (antara perempuan dan laki-laki).
Intinya adalah, kita harus saling menghormati, harus saling memuliakan.
"Al-qur'an memperbolehkan suami memukul istrinya." Saya penasaran akan statement ini, apakah benar, islam memperbolehkan suami memukul istrinya? Seberapa jauh sih hal itu 'diperbolehkan' ??
" Memang boleh.. tetapi, tidak ada yang memukul istrinya kecuali orang yang gagal dalam hidupnya. Suami bertugas untuk membina rumah tangga sebagai kepala keluarga sehingga hidup menjadi harmonis, kalau dia harus memukul, itu berarti bahwa dia gagal."
"Kata Al-qur'an, Jangan sakiti, jangan tampar wajah, jangan mencederai, pukulan yang hanya sekedar pukulan yang tidak menyakiti perempuan itu."
Yang harus diunderline disini, pukulan yang tidak menyakiti perempuan
Seperti apa sih itu.. ?
-Abi Quraish shihab-
...
Begitulah islam menempatkan perempuan. Sebelumnya guys, assalamu'alaikum warrahmatuallahi wabarakatuh. Kali ini saya akan membahas tentang perempuan, dan menyinggung sedikit tentang pernikahan.
Seperti yang kita tahu sebelumnya, dimasa jahiliyah perempuan sangat dipandang rendah oleh manusia. Bahkan dahulu, seorang suami menjual istrinya sendiri. Itu sebelum munculnya nabi Muhammad. Setelah kemunculan beliau, perempuan ditempatkan diposisi yang lebih baik, lebih terhormat.
Mengapa kita harus memuliakan seorang perempuan? Kata Abi Quraish Shihab, alasan yang paling mendasar adalah, karena manusia membutuhkan perempuan. Generasi tidak akan terlahir tanpa adanya perempuan.
Bahkan dalam Islam, (dalam konteks ayah-ibu) perempuan tiga tingkat harus lebih dihormati dibanding ayah. Surga seorang anak, ada diridhanya ibu. Tetapi surga seorang perempuan (dalam konteks suami-istri) ada diridhanya suami. Begitulah Islam menyeimbangkan keduanya (antara perempuan dan laki-laki).
Intinya adalah, kita harus saling menghormati, harus saling memuliakan.
"Al-qur'an memperbolehkan suami memukul istrinya." Saya penasaran akan statement ini, apakah benar, islam memperbolehkan suami memukul istrinya? Seberapa jauh sih hal itu 'diperbolehkan' ??
" Memang boleh.. tetapi, tidak ada yang memukul istrinya kecuali orang yang gagal dalam hidupnya. Suami bertugas untuk membina rumah tangga sebagai kepala keluarga sehingga hidup menjadi harmonis, kalau dia harus memukul, itu berarti bahwa dia gagal."
"Kata Al-qur'an, Jangan sakiti, jangan tampar wajah, jangan mencederai, pukulan yang hanya sekedar pukulan yang tidak menyakiti perempuan itu."
Yang harus diunderline disini, pukulan yang tidak menyakiti perempuan
Seperti apa sih itu.. ?
Komentar
Posting Komentar