[ Typing ]
Q W E R T Y U I O P
A S D F G H J K L
Z X C V B N M
Huruf-huruf ini berkumpul, ku pandang sebentar lalu ku pejamkan mata.
...
Parasmu muncul.
"AKU R-"
Lalu aku berhenti, ku pandang sebentar lalu ku hapus.
...
Hanya huruf yang ku sentuh.
Q W E R T Y U I O P
A S D F G H J K L
Z X C V B N M
Huruf-huruf ini berkumpul, namun agak berbeda, mereka basah, begitu juga pipiku.
...
Rupanya, hanya rintik hujan yang terbawa hembusan angin.
"AKU RIN-"
Lalu aku berhenti, aku bagai bayi yang baru saja terlahir di dunia.
Huruf terasa asing di mata.
...
Apa yang harus aku rangkai?
"AKU RINDU"
Ku pandang sebentar.
...
Hanya 8 huruf.
Rasanya, berat ku sampaikan..
"Aku merindukanmu, Aku rindu setiap obrolan kita yang berhasil membuatku lupa waktu."
...
Ku tatap layar ponselku selama berjam-jam.
...
Perlahan kusadari, beberapa rindu memang tidak harus disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa-doa setiap aku selesai ibadah.
Perasaanpun tidak harus diutarakan, hanya untuk disyukuri dan dinikmati keberadaannya.
Biarlah aku menikmati rindu ini sendiri bersama rintik-rintik hujan dan sebuah potret kenangan masa lalu yang mematung dalam kunci layar ponselku.
Kedunghalang, 18 Juli 2017.
Bersama rintih hujan..
Q W E R T Y U I O P
A S D F G H J K L
Z X C V B N M
Huruf-huruf ini berkumpul, ku pandang sebentar lalu ku pejamkan mata.
...
Parasmu muncul.
"AKU R-"
Lalu aku berhenti, ku pandang sebentar lalu ku hapus.
...
Hanya huruf yang ku sentuh.
Q W E R T Y U I O P
A S D F G H J K L
Z X C V B N M
Huruf-huruf ini berkumpul, namun agak berbeda, mereka basah, begitu juga pipiku.
...
Rupanya, hanya rintik hujan yang terbawa hembusan angin.
"AKU RIN-"
Lalu aku berhenti, aku bagai bayi yang baru saja terlahir di dunia.
Huruf terasa asing di mata.
...
Apa yang harus aku rangkai?
"AKU RINDU"
Ku pandang sebentar.
...
Hanya 8 huruf.
Rasanya, berat ku sampaikan..
"Aku merindukanmu, Aku rindu setiap obrolan kita yang berhasil membuatku lupa waktu."
...
Ku tatap layar ponselku selama berjam-jam.
...
Perlahan kusadari, beberapa rindu memang tidak harus disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa-doa setiap aku selesai ibadah.
Perasaanpun tidak harus diutarakan, hanya untuk disyukuri dan dinikmati keberadaannya.
Biarlah aku menikmati rindu ini sendiri bersama rintik-rintik hujan dan sebuah potret kenangan masa lalu yang mematung dalam kunci layar ponselku.
Kedunghalang, 18 Juli 2017.
Bersama rintih hujan..
Komentar
Posting Komentar