Langsung ke konten utama

Postingan

Dulu tiap kali aku bingung, kesal atau sedang menghadapi masalah besar atau kecil aku selalu langsung terpikirkan untuk bercerita ke dia. Aku merasa dia jawaban dan solusi untuk masalah/kondisi hati yang aku sedang hadapi. Dia selalu memvalidasi, memeluk dan mengerti yang aku utarakan. Dia selalu merangkumkan, menjabarkan dan menjelaskan sebab dan solusi menurutnya. Dia selalu bisa menasehati tanpa menghakimi. Dia selalu bisa membuat aku merasa tidak bersalah karena memiliki perasaan yang menurutku salah. Dia selalu bisa memeluk aku hangat lewat kata-katanya. Dia selalu bisa menjunjung aku sebagai manusia, memuji aku, membuat ego yang dinamakan "bangga" itu kembali pada diri. Tidak lupa, dia pun bisa menampar dengan kata-kata faktanya. Dan itu selalu membuat aku tersadar, akan langkah selanjutnya. Sekarang, Belum ku temui seseorang seperti kamu. Ternyata, Aku kehilangan kamu, sahabatku.
Postingan terbaru

Kami Belum Selesai Menjadi “Berdua” –tapi sekarang kami sedang belajar menjadi tiga.

 Kami menikah di akhir tahun lalu, 29 Desember 2024 —menutup tahun dengan janji, membuka hidup baru dengan harapan. Setelah menikah, aku ikut suami tinggal di kontrakan kecil yang menjadi saksi awal kami belajar hidup bersama. Kami menjalani kehidupan yang sederhana, aku di rumah menjaga dan merawat yang ada, menyiapkan makan, menyambut suami pulang kerja yang kadang datang dengan mata lelah tapi tetap membawa senyum dan pelukan hangat ketika kembali ke rumah. Malamnya, dia lanjut kerja sampingan hingga larut malam kadang sampai waktu fajar. Sebenarnya, sebelum menikah kami merencanakan beberapa kegiatan berdua. Berlibur, menjelajahi tempat lain, berburu makanan yang cantik dan enak. Tapi satu bulan setelah menikah… alhamdulillah, Allah memberi kami amanah yang tak tergantikan, kejutan terindah, aku hamil. Rezeki yang datang lebih cepat dari dugaan, tapi tepat pada waktunya. Di satu sisi, kami bersyukur luar biasa. Tapi kadang juga terlintas, "Waktu berdua kami kok terasa cepat ba...

Dilema Pernikahan

 Tiba-tiba pernikahan menjadi sesuatu yang menyeramkan bagi aku. Dulu aku udah ngerasa pengen, punya suami, udah pengen punya anak, mau jadi seorang istri, seorang ibu yang baik dan penuh kasih sayang.. Tinggal menghitung hari, pernikahan itu akan datang, kehidupan yang aku inginkan itu akan aku jalani, sebentar lagi. Makin mendekati waktu itu, makin besar rasa tidak percaya diri ini. "Bisa ga ya? Bisa ga ya aku?" Sampai terus menerus makin bertumpuk, rasanya jadi hal yang menakutkan aja jadinya. Setelah menikah nanti, aku akan kehilangan diri sendiri. Tubuhku ini saat itu bukan sepenuhnya milik aku lagi, suami yang lebih aku utamakan dibanding diri sendiri. Selera suami yang harus aku pilih dibanding apa yang aku suka. Setelah menikah nanti, tubuh ini akan tiba-tiba membesar dan membengkak, harus terbiasa dengan ketidaknyamanan, robek kemudian dijahit kembali, setelah begitu pun, harus terjaga di malam hari, harus jaga apa yang dimakan, harus sadar posisi, harus peka terhada...

[LIFE UPDATE] : Mencoba Menerapkan Kembali Program Eat Clean

Beberapa kali post makanan real food banyak yang ngira aku lagi diet 😂 “Neng udah kurus juga tapi makannya sayur”. Bukan karena mau kurus juga sih 😂 justru aku mau BB ku naik minimal di 45-50 lah. Kalo lebih dari itu takutnya eungap 😂 Tapi karena kayaknya aku punya fast metabolism, makan sebanyak apapun agak susah buat naikin BB, jalan pintasnya ya latihan beban biar naikin masa otot. Setelah rutinin minum jus, pelan-pelan nerapin eat clean, badan kerasa lebih seger dan ringan gitu lho. Dulu aku insomnia, kalo bangun tidur badan lemes, setelah sarapan bukannya kenyang dan bertenaga malah jadi begah dan ngantuk, kalo lagi haid jerawatan dan bekasnya agak lama buat ilang, craving makanan manis terus, ngerasa haus terus, akibatnya sering banget bulak-balik buat pipis 😂 karena lemes terus jadi pemalas dan minim gerak, kalo malem overthinking, mood dan tempramen tuh naik turun, pola tidur berantakan akibatnya kulit jadi kusam dan mata panda makin terpampang jelas 😂 ah berantakan sekali...

#1

Rasanya sudah cukup aku membicarakan hal yang usang itu. Pengalaman yang memberikan pelajaran, rasa sakit, hal konyol sekaligus malah jadi bahan ketawaan ya kan. Haha. Yang ku fokuskan sekarang adalah keadaan aku, kita, saat ini. Aku yang dimasa lalu pernah dikecewakan berkali-kali, bahkan mungkin sekarang di sudut hati yang paling terpencil masih ada sisa-sisa luka itu. Ya, itu wajar. Mengapa tidak begitu kan, aku berkali-kali terluka hebat dikesalahan yang sama. Sampai akhirnya aku memilih untuk berhenti. Udahlahya. Yang lalu biarlah berlalu. Aku lebih suka menatap masa depan bersama kamu. Cieee.  Terakhir kali, ditanya "kamu baik-baik aja kan?" Jujur aku malah ketawa denger pertanyaan itu. Ya mungkin dulu dulu mah kalo ada yang nanya gitu auto nangesss. Jadi mikir, aku dimasa-masa itu mengusahakan untuk baik-baik aja, tapi sekarang jauh lebih baik dari harapan itu. Banyak hal yang ku syukuri, dengan pengalaman yang nggak enak itu aku menemukan banyak hal baru. Salah satuny...

Anak Laki-laki Itu Sampe Kapanpun Milik Ibunya? Apa Bener?

 There's someone ask me like this: "Neng mau tanya dong, yg bener itu yg mana... 1. Seorang anak laki² itu mau sampai kapanpun milik ibunya.. 2. Seorang anak laki laki menjadi tanggung jawab ibunya,,, atau 3. seorang anak laki laki bertanggung jawab atas ibunya.." And that's make me thinking alot. I ask to my sist and u know what? Dia lebih dewasa dari yang ku sangkakan ternyata 😂 "Yang pertama agak kurang pas frasa kalimatnya, kalimatnya bikin kesan seolah seorang ibu berhak mendiktator anak laki-lakinya seumur hidup. Ya memang, surganya anak laki-laki itu di bawah telapak kaki ibunya sampai ahir hayat. Tapi setelah si anak menikah, dia juga harus bertanggung jawab memberi surga ke istri dan anak-anaknya." "Kedua, yang namanya orang tua ya jelas bertanggung jawab buat anak-anaknya. Kayak ngingetin dia ketika berbuat salah, ini sih wajib ya. Atau ngebantu ketika susah, orang tua mana sih yang rela anaknya kesusahan, tapi kan laki-laki tuh biasanya puny...

Kita Nggak Selamanya Forever Young

Sebenernya ini topik udah basi sih, dari 2021 juga ku udah banyak bahas sama beberapa temen deketku tentang isu ini. Kemaren sempet booming karena reply-an comment salah satu influencer. Sekarang ma udah meredaa tapi masih aja nih ada yang saling ledek-ledekin huft. Tanggepanku yang udah males banget sih sebenernya cuma satu, "how simple things get complicated sih bro?!" Oke lah, ku juga mau share pandangan aku diblog pribadiku inii no ledek-ledek yah. Setiap orang have FREEDOM 🤧 Ok. About child free. Its who's people getting married but decided to not have a baby foreverr. Btw, I'm neutral toward this matter. Well, aku nggak pro child free juga, tapi kalau itu adalah pilihan orang lain ya gapapa banget. Itu pilihan dia. Tapii yang aku sayangkan nih sama orang-orang, kenapa harus saling misuh-misuh sih Bu?🤧 Saling menjelekkan atau meledek bersikap sarkastik juga nggak betul sih menurutku. Gini deh, kalo mau mengutarakan pendapat kita, yaudah utarain ajaa gausah expe...